Online Marketing vs Offline Marketing

Online marketing vs offline marketing. Setiap pemilik bisnis yang sukses memahami bahwa pemasaran adalah bagian terpenting dari bisnis. Lagi pula, pemasaran mendatangkan pelanggan baru, yang pastinya akan mendapatkan keuntungan, dan manfaat jangka panjang untuk bisnis.

Anda mungkin memiliki banyak pertanyaan, seperti:

  • Apa perbedaan antara pemasaran online dan offline?
  • Apakah yang satu lebih baik dari yang lain?
  • Manakah pilihan yang lebih baik untuk Anda?

Apa itu Pemasaran Online?

Pemasaran online melibatkan mempromosikan bisnis, produk, atau layanan Anda di internet melalui situs web, iklan online, atau media sosial. Ini semua adalah pertanyaan penting, dan panduan ini akan membantu Anda dalam membuat keputusan.

Manfaat pemasaran online antara lain:

  1. Anda dapat melihat keterlibatan konten dan promosi Anda. Dengan saluran media sosial, Anda dapat secara fisik melihat apa yang dipikirkan audiens Anda tentang merek dan pemasaran Anda. Jika Anda melihat banyak suka dan berbagi konten Anda, maka pasti, Anda melakukan sesuatu yang benar.
  2. Sangat mudah untuk melacak laba atas investasi (ROI) Anda. Anda dapat melacak klik dan penjualan saat menggunakan iklan online, sehingga Anda dapat dengan mudah melihat iklan mana yang paling menguntungkan bagi Anda. Ini akan membantu Anda membuat keputusan cerdas terkait strategi dan kampanye pemasaran di masa mendatang.
  3. Anda dapat menargetkan demografi tertentu. Dengan pemasaran online, Anda dapat mendorong jenis orang tertentu ke penawaran Anda – orang yang kemungkinan besar akan membeli produk Anda.

Kekurangan

Ada juga beberapa sisi negatifnya saat menggunakan pemasaran online, seperti:

  • Iklan digital dapat mengganggu. Meskipun memang pintar bahwa pengiklan dapat menargetkan iklan khusus untuk Anda, menampilkan iklan untuk produk yang Anda telusuri beberapa hari sebelumnya, iklan tersebut bisa sangat mengganggu dan bahkan membuat Anda menjauh dari suatu merek.
  • Iklan hanya sekilas. Tidak seperti papan reklame, iklan online dapat dengan mudah dilewatkan atau diabaikan. Sangat mudah untuk menggulir melewati iklan dan mengklik ke halaman berikutnya tanpa memperhatikan.
  • Pemasaran online terus berkembang. Baik itu platform media sosial terbaru atau perubahan pada algoritme mesin telusur, selalu ada hal baru untuk dipelajari. Jika Anda tidak mengikuti tren penting, Anda mungkin akan tertinggal

Apa itu Pemasaran Offline?

Pemasaran offline biasanya adalah segala sesuatu yang tidak melibatkan internet, jadi iklan majalah atau televisi apa pun adalah contoh bagus dari jenis pemasaran ini.

Manfaat pemasaran offline

  1. Dapat berdampak dan mudah dimengerti. Sebuah billboard atau iklan TV akan sering menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari seseorang, sehingga biasanya akan mudah untuk dipahami dan dicerna.
  2. Materi pemasaran tercetak seringkali bersifat permanen. Kecuali jika majalah didaur ulang atau dibuang ke tempat sampah, maka iklan yang ditemukan di dalamnya akan permanen, sehingga masih bisa bekerja berminggu-minggu, atau bahkan berbulan-bulan, setelah pertama kali diterbitkan.
  3. Mereka mudah diingat. Banyak iklan offline yang mudah diingat dan cenderung diingat jauh lebih baik daripada iklan Instagram misalnya, yang hampir langsung dilupakan. Pikirkan semua iklan Super Bowl populer dan iklan lain yang kita semua tahu dengan baik sehingga menjadi bagian dari budaya kita.

Kekurangan

Pemasaran offline juga memiliki beberapa aspek negatif, seperti:

  1. Sulit mengukur keberhasilan iklan. Ada cara untuk mengukur keberhasilan kampanye/iklan, tetapi tidak sedalam atau seakurat yang tersedia untuk pemasaran online.
  2. Bisa mahal. Biasanya, pemasaran offline bisa mahal. Bahkan tayangan kecil di koran lokal Anda atau satu tempat selama 30 detik di TV dapat membuat Anda mundur dalam jumlah yang cukup besar.
  3. Sedikit umpan balik dari audiens Anda. Setelah menjalankan kampanye pemasaran, Anda jarang dapat mengukur reaksi dari calon pelanggan Anda.

Mana yang Lebih Baik untuk Anda?

Baik pemasaran online maupun offline memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing.

Pemasaran offline dipandang lebih tradisional dan akan lebih ditujukan untuk generasi yang lebih tua, sedangkan pemasaran online umumnya merupakan pilihan yang lebih baik untuk generasi muda. Namun, ini hanya generalisasi dan mungkin tidak berlaku untuk bisnis Anda.

Plus, Anda tidak harus memilih salah satu dari yang lain. Mungkin kombinasi pemasaran online dan offline akan bekerja paling baik untuk bisnis Anda.

Anda perlu memahami apa yang ingin Anda capai dari segi pemasaran, berapa anggaran Anda, dan yang paling penting siapa audiens target Anda. Pelajari audiens Anda dan ikuti apa yang menurut Anda paling cocok untuk mereka, dengan mengingat anggaran Anda. Ini akan membantu Anda memulai.

Kemudian, lacak apa yang Anda bisa untuk menentukan kampanye mana yang memberi Anda keuntungan terbesar. Jalankan kampanye baru dan lacak kampanye tersebut. Pengalaman adalah penentu terbaik. Analisis sambil berjalan dan tetap berpegang pada apa yang paling berhasil untuk perusahaan Anda sampai Anda menemukan kampanye baru yang mendorong keuntungan lebih besar.

Leave a Reply

Ratusan Produk Digital

Boleh Anda Download Dengan Gratis..Mau ?